logo web baru

BROWSING: Cantik-Alami

Rambut

30 Jan 2017 0 comment

TRANPLANTASI RAMBUT - Apa yang harus Diperhatikan?

Bersyukurlah mereka yang telah dianugerahi  rambut tebal, alis tebal, dan bulu mata lebat, sehingga tidak harus susah payah memperindahnya. Tetapi jika Anda beralis tipis, bulu mata jarang, dan rambut menipis, jangan khawatir, masih ada harapan, yaitu dengan mencangkok rambut. Rambut Anda sendiri, hingga akan tampak alami.      

Seorang teman saya terkagum-kagum melihat kenalan barunya memiliki bulu mata yang lebat, panjangnya rata serta lentik. Namun setelah mendapat pujian yang bertubi-tubi, kenalannya tersebut justru merasa risih. Ia akhirnya mengaku bahwa bulu matanya yang sekarang ini didapatnya lewat proses pencangkokan, sehingga tampak indah. Pantas……

Istilah tranplantasi (pencangkokan) ternyata tidak hanya digunakan untuk ginjal, tetapi juga untuk rambut, termasuk alis dan bulu mata. Uniknya, rambut yang akan dicangkok (donor) diambil dari bagian tubuh lain untuk ditanam di bagian kepala yang mengalami penipisan, alis, atau bulu mata.

Tren mencangkok rambut, alis, dan bulu mata belakangan ini marak di masyarakat. Sama maraknya dengan hair extension (rambut tambahan/rambut sambungan) yang tersedia di salon-salon. Bedanya, teknik menyambung rambut menggunakan media lem polymer microten dan rambut palsu (rambut orang lain, maupun rambut boneka/sintetis), sedangkan pada tranplantasi rambut, selain pengerjaannya lebih rumit, tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, dalam prosesnya menggunakan rambut asli si pasien.

5 Gunawan Budisantoso staf ahli canti alamidr. Gunawan, SpKK

Kebotakan permanen karena faktor genetik

Menurut Dr Gunawan Budisantoso, SpKK, ahli tranplantasi rambut, mereka yang menderita kebotakan permanen yang disebabkan oleh faktor genetik (keturunan), membutuhkan pencangkokan rambut. “Kebotakan karena faktor genetik mudah dikenali, karena sudah terpola. Pada pria, misalnya terdapat coakan di tengah, depan, atau belakang kepala. Sudah diketahui pula bahwa  80-90 persen kebotakan pada pria disebabkan faktor genetik,” tuturnya.

Sampai saat ini, pasien yang datang kepadanya untuk menjalani pencangkokan rambut, bukan hanya para manula, melainkan remaja berusia 20-an. “Pada wanita, kebotakan bisa juga terjadi, tetapi istilah yang paling tepat adalah penipisan,” lanjutnya.

Selain itu, penanaman atau pencangkokan rambut dapat dimanfaatkan oleh mereka yang mengalami kecelakaan, hingga di kepalanya terdapat pitak. “Sedangkan kebotakan atau penipisan rambut non permanen, seperti yang disebabkan oleh stres, kehamilan, ketombe yang tidak diobati dan menimbulkan kerontokan dalam jumlah banyak hingga rambut menipis, atau kerontokan rambut karena kemoterapi, tidak perlu dilakukan pencangkokan,” katanya.  Contohnya pitak-pitak lokal (setempat-setempat) yang disebut alopecia aerata yang biasanya disebabkan oleh faktor imunologi, dapat diatasi dengan perawatan rambut biasa, tidak perlu pencangkokan.  
      
Teknik yang sangat khusus

Teknik pencangkokan rambut sangat khusus, yaitu melalui operasi kecil yang dilakukan oleh tim dokter. “Hampir tidak ada rasa sakit. Hanya tahap awal mungkin lima tusukan dengan jarum halus. Selebihnya selama proses berlangsung tidak ada rasa sakit sama sekali,” tutur Dr Gunawan.

Rambut yang dicangkok adalah rambut milik pasien sendiri. Demikian pula pada teknik pencangkokan bulu mata dan alis, rambut yang digunakan diambil dari kepala pasien.  Tekniknya mirip menanam padi. Beberapa helai rambut beserta akar, jaringan kulit kepala pasien yang berada di belakang atau di samping kepala (yang banyak rambutnya) diambil, kemudian ditanam di daerah yang mengalami kebotakan.  Dengan dilakukannya operasi kecil tersebut otomatis saraf-saraf kulit yang halus di sekitarnya akan ikut terpotong. Walaupun akan dijahit kembali, tetapi untuk penyambungan kembali saraf-saraf halus tersebut cukup makan waktu. “Sehingga setelah dioperasi, kemungkinan akan ada rasa baal sedikit di kulit kepala bagian belakang. Tetapi itu hanya sementara, tidak permanen. Dengan berjalannya waktu, akan normal kembali,” tuturnya.

Harus dilakukan oleh dokter ahli

Pencangkokan rambut hanya boleh dilakukan oleh dokter profesional. “Jadi benar-benar harus oleh dokter yang mempunyai keterampilan di bidang itu. Tidak bisa di sembarang klinik, karena teknik pencangkokan rambut sangat khusus, tidak mungkin dilakukan oleh satu orang melainkan harus dikerjakan oleh tim agar hasilnya maksimal. Ada dokter ahli, ada paramedis, ada yang bertugas memotong rambut, dan ada yang bertugas menanam rambut,” lanjutnya. Pengerjaannya 4-7 jam tergantung tingkat kesulitannya.

Menurut Dr Gunawan, pembuluh darah di kulit kepala sangatlah banyak, sehingga pengerjaannya harus ekstra hati-hati. “Apabila kepala luka sedikit saja, darah akan mengucur. Apalagi bila lokasi yang akan dicangkok rambut cukup banyak,” ujarnya.  

Sebelum operasi kecil berlangsung, pasien akan dibius lokal terlebih dahulu. Setelah dilakukan pencangkokan, tidak tertutup kemungkinan terjadi pembengkakan.  Namun, pembengkakan tersebut normal saja. Penyebabnya bukan karena radang, melainkan karena obat bius yang digunakan.    
          
Scalp reduction

Bagi orang-orang dengan kebotakan yang luas di kepalanya, ada sebuah teknik yang disebut scalp reduction. “Sebelum dicangkok, saya sempitkan terlebih dulu kebotakannya dengan cara  dioperasi, dibuang kulit kepalanya, sehingga rambut yang dibutuhkan untuk menutup kebotakan itu lebih sedikit,” kata Dr Gunawan. “Tetapi kelihatannya orang-orang lebih banyak memilih pencangkokan, walaupun hasilnya rambut tidak terlalu lebat; asal terisi mereka sudah senang”.

2 foto rambut content cantik alami

Perawatan

Biasanya tiga bulan setelah pencangkokan, rambut yang ditanam akan tumbuh seperti rambut normal. Namun pada tahap-tahap awal, misalnya hari kedua, keempat, dan kedelapan, dokter tetap akan memberikan pengawasan pada pasien. “Mereka kami minta datang dan tim kami akan membersihkan rambut mereka. Mereka belum boleh mencuci rambut sendiri pada masa-masa itu, karena kondisi kulit kepala dan rambutnya masih rawan, ” katanya. “Tetapi jika rambut yang dicangkok sudah menyatu dengan rambut di sekitarnya dan akarnya sudah kuat hingga tidak akan tercabut lagi, barulah pasien boleh keramas sendiri.”   

Merawat rambut cangkokan harus hati-hati. Jangan menggunakan sisir yang terlalu tajam dan terlalu rapat, jika keramas jangan menggosok kulit kepala dengan kuku secara kasar tapi gunakan ujung jari dan gosok dengan lembut. Mengeringkan rambut yang baru dikeramas pun sebaiknya tidak menggunakan pengering rambut (hair dryer), melainkan menggunakan handuk. Tepuk-tepuk handuk dengan lembut ke rambut yang basah. Khusus bagi remaja yang berambut panjang, jangan mengikat rambutnya, apalagi sampai akar rambut tertarik. Pilihlah model rambut pendek, agar beban kulit kepala menjadi ringan. “Kelihatannya hal-hal sepele, tetapi penting diperhatikan jika Anda mempunyai rambut cangkokan,” ujar Dr Gunawan.

Menyayangi rambut

Setelah rambut dicangkok, dan penipisan atau kebotakan teratasi, tentu saja Anda harus bertekat untuk terus merawat rambut dengan sungguh-sungguh. Mencucinya dengan teratur, memberi nutrisi agar akar rambut tetap kuat tidak tampak kering dan kusam. Dua minggu sekali, relakskanlah rambut dengan memberinya masker agar selalu terjaga kelembabannya. Rambut adalah anugerah dari yang Maha Kuasa, seyogyanya kita memberi perhatian lebih, sebagai ungkapan rasa syukur kita. (N)


4 foto staf ahli cantik alamiAndang Gunawan ND, ahli terapi nutrisi

POLA MAKAN MENCEGAH KEBOTAKAN

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kebotakan. Pola makan buruk dan defisiensi gizi termasuk di antaranya. Pola makan harus lebih mengutamakan makanan alami dan tidak diproses berlebihan. Pola makan juga harus menjaga keseimbangan asam basa darah. Keasaman tinggi menyebabkan kulit kering dan rambut mudah rontok. Makanan yang menyebabkan pH darah menjadi terlalu asam adalah protein hewani, karbohidrat yang tidak alami (termasuk gula dan tepung putih seperti terigu), makanan tinggi lemak terutama lemak trans dan makanan-makanan diproses lainnya. Menyantap kadar garam berlebihan atau makanan tinggi garam juga menyebabkan pH darah terlalu asam. Garam alami sudah tersedia dalam sayuran segar, jadi sebenarnya tidak perlu menambah ekstra garam pada makanan.

Untuk keseimbangan asam basa darah, upayakan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran segar setiap hari. Buah dan sayuran segar juga kaya vitamin, mineral dan antioksidan yang penting untuk kesehatan rambut dan kulit kepala. Protein juga penting tetapi pilih sumber protein yang baik dan rendah lemak seperti ikan, yogurt dari susu rendah lemak, telur, tahu, biji-bijian (seperti beras merah) dan polong-polongan. (N)

 

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found