logo web baru

BROWSING: Tips

Pentingnya Sentuhan Ibu Pada Masa Neonatal Bayi

01 Sep 2017 0 comment

Setiap individu yang dilahirkan di dunia ini mempunyai berbagai macam fase  dalam pertumbuhan mereka. Begitupun dengan bayi yang baru dilahirkan. Salah satu fase yang penting dalam masa perkembangan dan pertumbuhan bayi adalah pada masa neonatal. Dimana fase ini menjadi fase yang sangat menentukan bagi bayi yang baru dilahirkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya.

Masa neonatal merupakan masa yang cukup berbahaya bagi kehidupan bayi secara fisik maupun psikis, terutama bagi bayi yang mengalami kelahiran premature. Dalam  masa neonatal bayi yang selama beberapa bulan hidup dalam rahim ibu, sampai usia sampai 28 hari bayi dituntut untuk menyesuaikan diri mulai dari perubahan suhu, system pernafasan, menghisap dan menelan serta sampai dengan berfungsinya alat pembuangan  secara normal, setelah sebelumya semua dilakukan melalui tari pusar.

Menurut data dari World Health Organization (WHO) 2015, terdapat sekitar 70.000 bayi di Indonesia yang kehilangan nyawanya sebelum menginjak umur 28 hari.  Neonatal merupakan suatu keadaan yang ada dalam kehidupan pertama pada bayi. Kehidupan pertama yang dialami oleh bayi tersebut biasanya pada usia 28 hari. Salah satu penyebab terjadinya adalah kurangnya perhatian dan sentuhan pada kulit bayi di masa neonatal. Sehingga menyebabkan terjadinya sepsis pada kulit bayi.

Sepsis biasanya disebut dengan keracunan darah yang merupakan suatu respon yang menyerang system kekebalan tubuh bayi di saat pertahanan tubuh masih lemah, salah satunya  terjadi pada bayi. Sepsis juga bisa berupa infeksi yang berasal dari jamur, bakteri, limbah beracun, parasit yang bisa masuk ke aliran darah dan bisa masuk melalui kulit. Oleh karena itu sentuhan dan perawatan kulit yang tepat dan efektif perlu dilakukan sejak bayi dilahirkan.

Menurut Centers for Desease Control and Prevention (CDC), ada lebih dari 1 juta kasus sepsis setiap tahunnya dan di Indonesia sendiri terdapat ribuan kasus kematian bayi yang diakibatkan sepsis melalui kulit di tahun 2015.
Padahal, banyak nyawa yang bisa diselamatkan dengan melakukan perawatan kulit yang tepat seperti ritual mandi dan pijat bayi. Ritual mandi dan pijat bayi membantu meningkatkan sirkulasi peredaran darah yang sehat dan memperkuat kekebalan tubuh bayi.

Itulah mengapa sentuhan merupakan alat terapi yang sangat ampuh bagi bayi, sering kita melihat bayi menangis ketika di sentuh dan dipeluk oleh ibunya seketika tangisannya berhenti. Sentuhan berupa pelukan sangat menenangkan bagi bayi, begitupun dengan pijatan. Sentuhan dari kulit ke kulit mempunyai efek yang penting bagi perkembangan bayi.

Kenapa kulit?
Kulit merupakan organ tubuh bayi yang pertama kali terbentuk dan yang pertama kali mengalami pertumbuhan.  Begitupun di dalam rahim ketika perkembangan usia janin terjadi, organ yang dia rasakan adalah sentuhan. Pijatan yang lembut pada bayi selain memberikan efek menenangkan bagi bayi juga memberikan sensasi yang berbeda bagi ibu. Bayi juga mempunyai banyak keuntungan baik secara fisik maupun psikisnya. Dengan pijatan yang rutin membantu mengembangkan system  pernafasan bayi, membantu membentuk system imun bagi tubuh bayi dan juga menyeimbangkan system saraf anak.

Di beberapa rumah sakit saat ini bahkan sudah diterapkan untuk para orang tua dengan memberikan sentuhan sesering mungkin dengan cara mengelus dan menyentuh bayi, terutama bayi yang lahir prematur. Menurut penelitian, bayi yang lahir prematur dan sering mendapat sentuhan selama 10 hari berturut-turut memiliki peningkatan berat tubuhnya lebih banyak ketimbang bayi yang tidak dipijit.

Namun sayangnya belum semua rumah sakit atau bidan yang menerapkan hal tersebut, seperti pengalaman saya melahirkan anak pertama. Saat itu pengetahuan tentang proses Inisiasi Menyusui Dini terhadap bayi baru lahir belum seperti sekarang. Dimana bayi yang baru dilahirkan langsung dipisahkan tanpa mendapat sentuhan langsung kulit ibu. Bayi dipisahkan dengan ibunya beberapa jam yang jaraknya cukup jauh dari Ibu. Ibupun harus menunggu sabar beberapa lama barulah dapat memeluknya. Padahal sebetulnya sentuhan ibu  dapat menurunkan resiko kematian bayi, ibu dan bayi menjadi lebih tenang sehingga membantu system pernafasan dan detak jantung bayi menjadi stabil.

 

Rahasia sentuhan ibu

(Istmewa)

Rahasia sentuhan ibu
Sentuhan kulit ibu skin to skin merupakan sentuhan yang penuh harapan bagi bayi ke depannya, bayi bisa merasakan kasih sayang langsung dari ibunya. Seringnya melakukan kontak mata dengan bayi membuat ikatan antara bayi dan ibu tumbuh. Bayi juga akan menatap ibunya lebih sering yang merupakan pertanda kepercayaan diri si kecil tumbuh.

Sentuhan ibu saat mengajaknya bersenda gurau juga memancing suara kecil si bayi, semakin sering bayi mengoceh dan tertawa membuat bayi tumbuh secara emosional yang baik.
Bayi juga akan tumbuh dengan kasih sayang terutama saat mendapat sentuhan seperti: sering menyentuh tubuh bayi dan menggosok punggungnya, mendekap bayi dan membiarkan bayi di dada hingga mendengarkan detak jantung sang ibu dapat menciptakan rasa hangat dan nyaman bagi bayi.

Kegiatan rutinitas seperti mandi, bermain, memijat bayi dapat membantu bayi untuk memproses informasi dan memberikan rasa aman di lingkungan baru yang penting bagi bayi.
Oleh karena itu sangat penting bagi ibu untuk memilih produk kesehatan kulit yang aman dan mengandung bahan-bahan yang alami yang mampu merawat kulit bayi yang kering dan sensitif.

foto Product

Perawatan kulit yang tepat
Seperti telah disebutkan diatas, bahwa dengan memandikan dan memijat bayi secara rutin dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan bayi. Kulit bayi yang sensitif maka harus juga dipilih produk perawatan kulit bayi yang aman dan sudah teruji secara klinis serta cocok untuk bayi bagi tumbuh kembangnya.

Salah satu cara untuk menjaga kulit sensitif bayi adalah dengan memperhatikan kebersihan kulitnya dan memastikan kelembabannya terjaga. Berdasarkan riset, kulit bayi yang diberi pelembap secara rutin selama 32 minggu memiliki resiko dermatitis atopik lebih rendah.

Memandikannya secara rutin juga membantu untuk menjaga kebersihan kulit bayi. Ritual mandi dengan menggunakan rangkaian perawatan dari inovasi terbaru JOHNSON’S® Sensitive Touch™ yang telah teruji secara klinis dan dipercaya oleh para ahli dan jutaan ibu untuk perawatan kulit bayi baru lahir. Untuk memenuhi kebutuhan bayi dengan kulit sensitif dan menjaga kelembaban kulit bayi di rekomendasikan menggunakan rangkaian perawatan dari JOHNSON’S® Sensitive Touch™ yaitu berupa sabun mandi dan lotion untuk bayi.

Memandikan bayi selain dapat menenangkan bayi juga merupakan momen yang menyenangkan baik bagi ibu ataupun bayi, merangsang indera dan ikatan batin antara ibu dan bayi. Sama seperti pijatan, sentuhan ibu saat memandikan bayi secara tepat dapat menjadi salah satu cara untuk merawat bayi dan memberi harapan bagi pertumbuhannya. Banyak ahli kesehatan merekomendasikan untuk memandikan bayi baru lahir sekitar 2 atau 3 kali per minggu, lalu meningkatkan frekuensinya seiring bertambahnya usia bayi.

Persiapan untuk memandikan bayi tidak cukup hanya menggunakan air saja, karena air tidak mampu menghapus lemak dan kotoran yang menempel. Jika tidak dibersihkan kotoran ini dapat merusak lapisan kulit pelindung dari bayi. Air juga dapat membuat kulit bayi menjadi kering, dan dapat membuat kulit bayi teritsi dan memerah, maka diperlukan produk untuk membantu hal tersebut.

Apabila ibu ingin memijat bayi, sebaiknya pijat bayi setelah tali pusarnya lepas dan perhatikan waktu untuk memijat bayi. Waktu yang tepat untuk memijat bayi adalah sebelum bayi dimandikan. Pijat bayi selama 4-5 menit saja, dan durasinya bisa ditambah saat bayi sudah menginjak usia 1 sampai 2 bulan. Yang perlu diperhatikan dalam memijat bayi, pastikan suhu tubuh bayi normal, dan hindari memijat saat tubuhnya tidak sedang fit.

Cara memandikan bayi baru lahir :

1. Pastikan suhu air mandi bayi antara 32,2  - 37,8 derajat Celcius, aduk dengan tangan sampai air hangat tercampur secara merata. Masukkan tangan ke dalam air untuk memastikan air yang digunakan tidak terlalu panas.

2. Gunakan satu tangan untuk menopang punggung, kepala, dan leher bayi dengan lembut. Lalu pelan-pelan masukkan bayi ke dalam air.

3. Dengan menggunakan waslap, basahkan waslap bayi dengan air hangat dan gunakan pembersih lembut yang diformulasikan untuk bayi, seperti JOHNSON’S® TOP-TO-TOE baby wash. . Jika rambut bayi Anda lebat, Anda dapat mencoba sampo yang lembut JOHNSON’S® baby shampo, Jangan takut untuk mencuci bagian kepala bayi yang lunak (disebut fontanel) dengan lembut.

4. Bersihkan area sekitar mata bayi dengan lembut menggunakan cotton pad yang telah dilembapkan dengan air hangat yang bersih. Selalu gunakan cotton pad baru untuk masing-masing mata dan selalu lakukan usapan dari sudut dalam mata menuju keluar. Kemudian, usap area sekitar mulut, hidung, dan seluruh wajah bayi menggunakan handuk lembut. Usaplah dari tengah menuju keluar. Usap juga lipatan di leher dan jangan lupa bagian belakang telinganya.

5. Terakhir adalah mencuci bagian pada area popok, lalu keringkan sepenuhnya. Untuk bayi perempuan bersihkan area kelamin dari depan ke belakang, untuk bayi laki-laki cuci penis dan area kelamin juga dari depan ke belakang, lalu keringkan sepenuhnya. Untuk bayi laki-laki yang belum disunat, jangan menarik bagian kulup bayi kebelakang karena akan menyebabkan iritasi.

6. Selesai dimandikan, keringkan bayi dengan baik hingga ke lipatan tubuhnya. Tepuk-tepuk dengan lembut kulitnya dengan handuk kering jagan digosok untuk menghindari kerusakan kulit bayi yang masih sensitif.

7. Sebelum bayi dipakaikan baju, oleskan dahulu pelembab bayi yang lembut seperti JOHNSON’S® baby lotion. Selain membantu melembabkan bayi juga terbukti sangat lembut dan ingan untuk bayi.

dr. Mirawati Setyorini, Sp.KK, FINSDV menjelaskan, “Bayi memiliki kulit yang lebih tipis dan rentan dibandingkan orang dewasa, baik dalam hal struktur, komposisi maupun fungsinya. Ketebalan kulit bayi yang hanya 2/3 dari kulit orang dewasa memiliki pelindung alami yang lebih sedikit. Hal ini menyebabkan kulitnya kehilangan kelembaban 2x lebih cepat dan menjadi mudah kering. Bahkan, berdasarkan evaluasi klinis, 63% bayi memiliki kulit kering dan berisiko menjadi kulit sensitif. Maka dari itu diperlukan perawatan kulit yang efektif dan tepat bagi bayi. Produk bayi yang diperkaya dengan pelembab dapat mencegah kulit kering dan kulit sensitif.”

Untuk memberikan harapan baru bagi bayi yang kurang beruntung dan menekan angka kematian bayi baru lahir, Johnson’s dan Alfamart bermitra dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik Save The Children Indonesia, meluncurkan inisiatif dalam mendukung ‘program kesehatan Ibu & Anak’ di Indonesia yang dapat membantu sekitar 60.000 bayi baru lahir. Johnson’s mengajak Bunda turut serta memberikan harapan hidup lebih tinggi bagi bayi-bayi di Indonesia.

Info tentang perawatan bayi selengkapnya ada di www.johnsonsbaby.co.id

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found